Our Happy Project

Home Education Journey

Mengenal Budaya Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan


Saat berkunjung ke daerah lain, menyenangkan sekali bukan kalau kita juga bisa mengenal budaya daerah tersebut? Apalagi kalau sambil mencicipi kuliner khasnya. Nah di Jakarta ternyata ada lho kawasan perkampungan budaya Betawi. Letaknya di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Ada apa saja ya di tempat ini?


https://jadesta.kemenparekraf.go.id/


Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah suatu kawasan di Jakarta Selatan dengan komunitas yang tumbuh dan berkembang bersama budaya Betawi dalam kesenian, adat istiadat, religi, kuliner, serta arsitektur. Di dalamnya bisa disaksikan atraksi budaya Betawi seperti berlatih silat, menari, membatik, membuat kerak telor, dan menyaksikan pergelaran kesenian Betawi.

Pertama kalinya kami mengetahui informasi tentang Perkampungan Budaya Betawi ini adalah lewat akun Instagram Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi @upkpbb_setubabakan. Ternyata di tempat ini sering diadakan workshop tentang budaya Betawi. Karena penasaran, akhirnya tak lama setelah liburan Idul Fitri lalu kamipun berkunjung ke sini.

Baca juga: Berkunjung ke Museum Satria Mandala Jakarta.



Jarak dari rumah kami ke Setu Babakan lumayan jauh juga, yaitu sekitar 25 km atau 55 menit berkendara jika ditempuh melalui jalan Tol Cililitan 2. Sesampainya di sana kami disambut oleh petugas berpakaian rapi. Setelah memarkirkan mobil, kamipun berjalan menuju Museum Betawi dan mengisi buku tamu. 

Koleksi Museum Betawi Setu Babakan

Hanya saya dan Rayyaan saja sih yang masuk ke museumnya, soalnya Razqa takut melihat ondel-ondelnya he he. Museum ini terdiri dari dua lantai. Namun kami hanya masuk ke lantai pertama. Di museum ini ada berbagai benda antik dan replika dari benda-benda yang digunakan masyarakat Betawi. Ada lukisan, baju tradisional, perabot rumah tangga, alat musik, alat kerja, batik Betawi, dan sebagainya.

Baca juga: Bermain di Bumi Perkemahan dan Taman Wisata Lebah Madu Pramuka, Cibubur.



Rayyaan juga sempat berfoto di depan manekin yang menggunakan baju adat Betawi. Baju adat Betawi terbagi menjadi tiga macam, yaitu: baju yang biasa dipakai sehari-hari, pakaian resmi, dan pakaian pengantin. Di antara baju adat tersebut ada yang namanya Kebaya Kerancang untuk perempuan dan Baju Sadaria seperti yang dipakai petugas laki-laki di Perkampungan Budaya Betawi. 

Amfiteater dan Rumah Adat di Perkampungan Budaya Betawi

Dari Museum Betawi kami menuju ke Amfiteater yang merupakan arena terbuka untuk pertunjukkan dan berbagai kegiatan lainnya. Amfiteater ini juga terletak di Zona A Perkampungan Budaya Betawi, dengan panggung utama yang dikelilingi kolam ikan dan tempat duduk penonton berbentuk tribun.

Baca juga: Field Trip ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.



Di dekat amfiteater ini juga ada tiruan rumah adat Betawi. Di salah satu rumah ini juga ada kakak-kakak yang terlihat sedang syuting! Wah syuting apaan ya? Selain itu saat kami ke sini, di salah satu rumah juga ada persiapan untuk workshop musik tradisional Betawi. Di tempat ini memang rutin diadakan berbagai workshop. Misalnya musik dan tari, kuliner, batik, pencak, silat, dan lain-lain. 


http://www.setubabakanbetawi.com/


Wisata Kuliner di Perkampungan Budaya Betawi

Sekarang kita jelajahi bagian lain dari perkampungan ini yuk! Kalau lapar, pengunjung bisa menuju rumah makan Betawi yang juga ada di Zona A. Biasanya di hari Sabtu dan Minggu ada berbagai makanan dan minuman khas Betawi. Misalnya laksa, toge goreng, soto Betawi, kerak telor, es selendang mayang, dan aneka kue. 

Baca juga: Printable Gratis Perkalian Buah.

Saat itu yang kami beli adalah bir pletok dingin. Tapi ini bukan minuman beralkohol ya. Melainkan minuman dari campuran aneka rempah dan kaya manfaat. Enak diminum hangat maupun dingin. Kami juga membeli toge goreng Betawi (nyesel cuma beli satu bungkus hiks) dan tape ketan. 



Setelah itu kami naik delman keliling Setu Babakan. Yah sebenarnya nggak full mengelilingi setunya sih. Mungkin cuma 1/3 bagian lalu kembali lagi. Ternyata di pinggiran setunya juga banyak pedagang makanan, minuman, mainan, juga souvenir seperti boneka ondel-ondel dan aneka kaus. Di Setu Babakan kita juga bisa melakukan berbagai kegiatan misalnya memancing, menaiki perahu naga dan kano, serta menaiki sepeda air. 

Baca juga: Printable Gratis Lembar Kerja Teka-Teki Matematika.

Tahun lalu Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ini berhasil menyabet Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 kategori Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability. Ajang yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini diikuti oleh 1.831 Desa Wisata di seluruh Indonesia. 


Sebenarnya sih kami masih ingin berkeliling Setu Babakan, namun karena hari sudah semakin siang dan besok ada janji untuk berkunjung ke rumah kerabat, akhirnya kami pulang. Namun tidak lewat tol dan harus bersabar juga melalui beberapa titik yang macet. Semoga suatu saat bisa berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi lagi dan bisa ikut salah satu workshopnya. 

Razqa: Senang karena bisa jalan-jalan. Tapi Adek takut melihat ondel-ondelnya. Selain itu senang juga bisa naik delman dan membeli mainan. 

Rayyaan: Senang karena bisa naik delman, senang juga melihat berbagai benda di Museum Betawi. Baru tau kalau ada makanan yang namanya roti buaya dan bentuknya benar-benar seperti buaya!

Alamat Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan

Jl. RM. Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640 Telp: (021) 78893258

Situs Resmi

http://www.setubabakanbetawi.com/

Akun Instagram Resmi

https://www.instagram.com/upkpbb_setubabakan/ 




Comments

  1. Udah beberapa kali baca tulisan teman2 ttg setu Babakan nggak pernah bosen. Apalagi lihat foto2nya terbayang nggak cuma sekedar bikin event yg rame tapi juga mengenalkan budaya & kuliner Betawi. Ini harus masuk list ku next time kalau pas jenguk anakku di Jakarta. Thanks infonya.

    ReplyDelete
  2. Meski bukan orang Jakarta, saya suka banget dengan segala sesuatu yang bernuansa betawi terutama bentuk rumah adatnya dan logatnya. Mungkin efek nonton tayangan sinetron si Doel jadi kenawa obsesi sampe sekarang

    ReplyDelete
  3. aku salfok sama minumannya, kok gemes botolnya, namanya juga lucu wkwkwkk montok

    ReplyDelete
  4. Wah, sama sih anak aku dulu juga pas masih kecil paling takut kalo lihat ondel2 sih, penasaran banget pengen cobain bir pletok deh hehe.

    Seru juga yah ternyata berkunjung ke perkampungan budaya betawi

    ReplyDelete
  5. Ya ampun jadi kangen aku sama setu babakan udah lama banget ga kesana, btw sekarang terlihat lebih apik ya dan kesana tuh dulu ada tukang kerak telor duhhh enak banget itu.

    ReplyDelete
  6. Menarik banget artikelnya, tempatnya juga very edukatif ya mba. Setu di tempat aku juga ada, di daerah Kabupaten Bekasi.

    ReplyDelete
  7. Penasaran sama toge goreng betawi, apakah seperti tumis toge pada umumnya... Klo saya belum pernah coba bir pletok, pernah makan makanan khas betawi itu kerak telor.

    ReplyDelete
  8. Aku sudah sempat baca tentang tempat ini juga mba dan pengen deh mampir, tapi sampai sekarang belum kesampaian nih

    ReplyDelete
  9. zaman sekarang memang budaya betawi asli agak tergeser sama kehidupan jakarta modern, untungnya ada kampung budaya setu babakan ini jadi bisa melestarikan adat budaya betawi asli

    ReplyDelete
  10. Pengen banget ke sana padahal zaman dulu waktu masih tinggal di Pasar Minggu sering lewat hehe. Pas udah niat ke sana eh pandemi. Tapi sekarang kyknya rame lagi ya mbak :D
    Ada museum, ada tempat rekreasi, ada jajanan lengkap di sana buat belajar budaya Betawi :D

    ReplyDelete
  11. seruuu banget ya Mbak, anak-anak juga jadi bisa belajar kebudayaan Betawi, bisa lihat aneka makanan khas, dan segala tentang Betawi.
    nanti mungkin kalau kesini lagi Adek Razqa udah gak takut ondel-ondel lagi ya :)

    ReplyDelete
  12. Saya baru sekali ke Setu Babakan. Itu juga karena ada acara. Jadi masih belum puas. Mana saat itu hujan deras. Pengen banget bisa balik lagi ke sana. Tapi, beneran hanya jalan-jalan, bukan karena kerjaan. Karena tempatnya memang menarik.

    ReplyDelete
  13. Mengenal dan mendalami budaya Indonesia yang beragam ini seru.
    Aku seneng banget kalau ada Perkampungan Budaya yang bisa dikunjungi dan dipelajari anak-anak.
    Jadi inget kalau sepupuku ada yang nikah dengan orang Betawi. MashaAllah~
    Adat saat menikahnya itu unik, buat kami yang berasal dari Jawa.

    ReplyDelete
  14. Aku belum pernah nih mampir ke sini. Jadi penasaran deh, semuanya menarik ya mbak. Terus juga itu ada roti buaya nya 😍

    ReplyDelete
  15. belum pernah ke sini, huhu ... jarang eksplor ke jaksel karena jauuuh
    cocoknya kalau jelang ulang tahun Jakarta kali yaa supaya kami bisa belajar budaya Betawi

    ReplyDelete
  16. Yeyyyy Rayyaan sama Razqa senang pergi ke museum, besok-besok lagi ya, jangan lupa di share juga di sini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Our Happy Project by Keluarga Hasan
Mohon tidak berkomentar dengan kata kasar, spam, atau dengan link hidup ya
Terima kasih

back to top